perihal berterima kasih
Aku melihatmu meneguk segelas susu hangat yang kau genggam erat. Uapnya perlahan menari, seolah ingin ikut menenangkan resahmu malam ini. Ia tak pernah bertanya dari mana segala lelahmu berasal, tak juga meminta penjelasan tentang getir yang menempel di harimu. Ia hanya ada, diam, setia, menemanimu meneguk sisa-sisa tenang yang kau butuhkan.
Barangkali hari ini telah merobek hatimu dalam diam, menggoreskan luka yang tak tampak, membebanimu dengan kepahitan yang sulit kau ceritakan. Namun, lihatlah dinding putih itu. ia mungkin dingin, mungkin kaku, tapi tetap memberimu tempat untuk bersandar. Kadang, hal paling sederhana pun bisa menjadi rumah sementara, ketika bahu manusia terlalu jauh untuk dijangkau
Aku hanya ingin menuliskan sebuah ungkapan sederhana di bawah sinar bulan. Ungkapan terima kasih karena telah mengajarkanku bagaimana bisa menghadapi kepahitan dunia dengan sabar. Aku tahu kau hanya seorang diri, berjalan perlahan seperti kura-kura kecil yang sedang mencari jalan pulang. Namun aku juga percaya jiwa yang kuat dan abadi itu akan membuatmu sampai pada sebuah titik pencapaian. Kamu hebat, sangat.
Untuk segala kehebatan yang kaumiliki, jangan pernah lupa bahwa ada diri sendiri yang ikut bertahan sampai sejauh ini. Berterima kasihlah untukmu. Karena kamu berharga setidaknya untuk dirimu sendiri.
Malam ini, beristirahatlah meskipun sebentar. Jiwamu butuh pemulihan untuk bisa kembali menyeduh segelas susu panas setelah berjuang.
***
Tulisan ini, adalah tulisan ke-tigaku yang bisa kamu baca di situs web @menjadimanusia.id
Terima kasih sudah menghargai setiap kalimat yang kutulis. Kamu hebat, sangat. ♡
Komentar
Posting Komentar